Sidoarjo | multi.i-news.site – Di antara riuh tawa dan alunan musik yang mengalir pelan, kebersamaan itu menemukan maknanya. Keluarga besar Media Group Globalindo berkumpul, bukan sekadar bersua, namun merajut kembali tali yang mungkin sempat renggang oleh waktu dan jarak.
Sabtu (28/3/2026) di Resto Qendi, Taman Pinang Indah, menjadi saksi bagaimana silaturahmi tak hanya tentang berjabat tangan, tetapi juga tentang menyatukan niat dan arah. Hadir di tengah-tengah kebersamaan itu, sosok-sosok yang menjadi penguat langkah: Teguh Puji Wahono, Dr. Zaibi Susanto, serta jajaran dan keluarga besar Globalindo dari berbagai penjuru daerah.
Di bawah iringan elektone Sang Jagad, langkah-langkah kaki yang berjoget seakan meleburkan sekat. Tawa mengalir bebas, mencairkan formalitas, menyisakan rasa kekeluargaan yang hangat dan tulus.

Namun di balik suasana yang cair, terselip pesan yang tak kalah dalam. Kata-kata yang bukan sekadar nasihat, melainkan peneguh arah bagi mereka yang memilih jalan jurnalistik.
“Jangan sampai sudah menjadi wartawan selama satu tahun tidak pernah menulis berita, walaupun sebagai wartawan infestigasi juga harus ada beritanya, sesuai fakta dilapangan dikirimkan ke Redaksi biar di naikkan ke pemberitaan”. Tuturnya Dr.. Zaibi Susanto

Pesan itu menggema, mengingatkan bahwa pena bukan sekadar alat, melainkan amanah. Bahwa setiap kata yang ditulis adalah jejak kebenaran yang harus dipertanggungjawabkan.
Di waktu yang berbeda, suara ketegasan pun hadir, menguatkan batas antara amanah dan penyimpangan.
“Kalau saya tahu wartawan Globalindo menyalagunakan nama besar Media Group Globalindo akan saya keluarkan”. Tuturnya Teguh
Kalimat itu bukan ancaman, melainkan penjaga marwah. Sebuah garis tegas agar nama besar tetap berdiri dengan kehormatan.
Silaturahmi ini pun berakhir bukan sebagai penutup, melainkan awal. Awal dari langkah yang lebih tegak, dari komitmen yang lebih kuat. Di antara tawa, musik, dan kebersamaan, Globalindo menenun satu hal yang tak boleh lepas—integritas.














